Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana kunjungan ke Benteng Masada, Israel. Hal ini dilakukan setelah ia dan timnya diberitahu bahwa helikopter tidak diperkenankan mendarat di area teratas situs budaya tersebut.

Sebelumnya, Trump akan memberi pidato di tingkat atas benteng tersebut. Namun, rencana kemudian berubah yakni ia menyampaikan pidato di Museum Israel di Yerusalem. Helikopter tidak diizinkan untuk mendarat di lantai teratas Benteng Masada. Hal ini karena pertimbangan pendaratan dapat menyebabkan kerusakan artefak arkeologi akibat angin yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut.

Dalam sebuah laporan, direktur dari kawasan wisata Masada mengatakan bahwa Presiden AS dan rombongannya menggunakan sejenis kereta gantung untuk naik ke atas benteng. Hal ini juga pernah dilakukan oleh mantan presiden George W Bush dan Bill Clinton saat mengunjungi tempat bersejarah itu.

Namun, Trump disebut menolak rencana itu. Melalui asistennya, miliarder ini justru membatalkan perjalanan ke lokasi benteng dan beralih ke museum yang disebut lebih mudah diakses. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menolak memberikan komentar. Pihaknya mengatakan bahwa itu adalah kewenangan Gedung Putih dalam memberikan penjelasan. (republika.co.id, 17/05/19)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here